Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Bupati Afni Gandeng LTKL Dorong UMKM Siak Naik Kelas Jadi Industri

badge-check


Bupati Afni Gandeng LTKL Dorong UMKM Siak Naik Kelas Jadi Industri Perbesar

SIAK | THILASIA.ID – Bupati Siak Afni Zulkifli mengajak Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) berkolaborasi mengembangkan UMKM dengan memanfaatkan komoditas lokal agar memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Ajakan tersebut disampaikan Afni saat menerima kunjungan pengurus Sekretariat LTKL di Kediaman Bupati Siak, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan itu membahas berbagai potensi komoditas lokal yang dapat dikembangkan untuk mendorong ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Afni mengatakan Siak memiliki beragam potensi lokal yang perlu dikembangkan, salah satunya melalui peningkatan UMKM menjadi industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Produk UMKM kita kalau dibanding industri memang kalah, ya. Tapi saya ingin teman-teman LTKL ikut membantu supaya UMKM kita ini bisa naik kelas, bukan jadi kelas UMKM lagi, tapi naik ke kelas industri,” kata Afni.

Karena Menurut Afni, dengan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Siak, sera di dukung dengan pendampingan dan promosi, ia yakin dan parçaya, UMKM yang jumlahnya ribuan ini, bisa nain kelas dan terbuka lapangan pekerjaan baru bari masyarakat lokal.

Salah satu potensi yang disorot Afni ialah UMKM Pinaloka yang mengolah nanas komoditas yang ditanam dari lahan gambut. Menurutnya, nanas memiliki beragam prodüksiyon turunan yang bisa di hasilkan. Mulai dari produk minuman dan selai, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

“Saya ingin kita coba fokus dulu pada satu contoh, yang paling dekat dengan kita menurut saya nanas. Produk turunannya banyak, bisa dijual segar, diolah jadi minuman, selai, dan lainnya. Harapannya ini bisa menjadi contoh bahwa lahan gambut juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Afni berharap pengembangan nanas dan komoditas lokal lainnya dapat membuka peluang usaha sekaligus menjadi alternatif pemanfaatan lahan gambut secara produktif, termasuk pada lahan bekas kebakaran, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kepala Sekretariat LTKL Ristika Putri Istanti menyambut baik gagasan tersebut. Ia mengatakan LTKL siap mendukung pengembangan UMKM melalui perluasan jejaring kemitraan, akses pasar, fasilitasi pendanaan, dan pendampingan di lapangan.

“Peran LTKL memang sebagai enabler atau penghubung, pasti kita akan bantu. Kami membantu dalam proses pengembangan, seperti membuka jejaring dengan mitra, akses pasar, pendanaan, dan pendampingan lapangan. Pasti kami dukung,” kata Ristika.

Ristika menambahkan, LTKL akan mengidentifikasi berbagai komoditas potensial di Kabupaten Siak untuk melihat peluang pengembangannya. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin melihat komoditas apa saja yang ada di Kabupaten Siak dan punya potensi untuk dikembangkan. Harapannya, ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi semakin beragam melalui peningkatan nilai tambah dari hulu hingga hilir,” ucapnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni Ungkap Alasan MTQ Siak 2025 Digelar Semi Terbuka

20 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Bupati Afni Ungkap Alasan MTQ Siak 2025 Digelar Semi Terbuka

20 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muskab Korpri Siak Tetapkan Mahadar sebagai Ketua Periode 2026–2031

20 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Hari Santri 2026, Siak Deklarasikan Diri sebagai Kabupaten Santri

20 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Hari Santri 2026, Siak Deklarasikan Diri sebagai Kabupaten Santri SIAK SRI INDRAPURA – Kabupaten Siak akan mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Santri pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat kabupaten, Jumat (23/10/2026), di Lapangan Tugu, depan Istana Siak. Momentum ini diperkirakan diikuti sekitar 4.500 santriwan dan santriwati dari pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Siak. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter Qurani. Bupati Siak Afni Z menegaskan, semangat Kabupaten Santri tidak boleh berhenti pada deklarasi dan peringatan tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak generasi muda. “Kita ingin Siak menjadi Kabupaten Santri, semangat itu harus kita hidupkan bersama. Bukan hanya pada saat Hari Santri, tetapi juga melalui perhatian kepada pondok pesantren, para kiai, ustaz dan ustazah, serta pendidikan karakter anak-anak kita,” demikian pesan yang ingin ditegaskan Afni dalam momentum tersebut. Persiapan peringatan Hari Santri dimatangkan melalui rapat final yang dipimpin Bupati Afni bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Zamrud Room, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026). Rapat yang dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Siak itu membahas kesiapan upacara, kirab santri, perlombaan, pemondokan, serta pelayanan peserta. Dengan perkiraan kehadiran 4.500 santri, Afni meminta panitia memastikan kesiapan tempat menginap, fasilitas ibadah, kamar mandi, tempat wudu, dan transportasi. Lokasi pemondokan juga diupayakan dekat dengan pusat kegiatan agar memudahkan mobilitas peserta, terutama santri yang datang dari kecamatan jauh. “Jangan jauh-jauh lah dari kompleks ini supaya tidak perlu mereka jalan lagi,” ujar Afni saat membahas lokasi pemondokan dalam rapat. Pemerintah daerah turut merencanakan penyediaan transportasi gratis berupa odong odong pemda untuk membantu mobilitas santri. Panitia juga diminta memastikan jumlah peserta dari setiap pondok pesantren agar kebutuhan pelayanan dapat dipersiapkan secara tepat. Afni menekankan agar rangkaian upacara berlangsung sederhana, tertib, dan tepat waktu. Upacara dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan ditargetkan selesai pukul 09.30 WIB, sebelum dilanjutkan dengan kirab santri. “Pokoknya 8.30 sudah langsung mulai,” tegasnya, seraya meminta jadwal tersebut disampaikan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren agar peserta dapat hadir tepat waktu. Selain upacara dan kirab, peringatan Hari Santri akan diisi perlombaan bidang keagamaan, bahasa, dan olahraga. Di antaranya cerdas cermat atau pemahaman Al-Qur’an serta pidato bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dan mempererat silaturahmi antarpesantren. Melalui deklarasi Kabupaten Santri, Pemkab Siak ingin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi pesantren dan menumbuhkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, identitas Kabupaten Santri tidak hanya menjadi sebutan, tetapi tercermin dalam dukungan terhadap pendidikan pesantren dan lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkarakter Qurani.

20 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Trending di Pemerintah