Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Yogyakarta

BEM Nusantara Gelar Aksi di Nol Km Yogyakarta, Serukan “Tegakkan Supremasi Sipil, Tolak Militerisme”

badge-check


					BEM Nusantara Gelar Aksi di Nol Km Yogyakarta, Serukan “Tegakkan Supremasi Sipil, Tolak Militerisme” Perbesar

YOGYAKARTA, THILASIA.ID– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Kamis sore, 30 Juli 2026.

Aksi ini menjadi wujud kritik terhadap arah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai bertolak belakang dengan kondisi masyarakat di akar rumput. Massa membentangkan spanduk raksasa bertuliskan “Tegakkan Supremasi Sipil, Tolak Militerisme” dan menyampaikan peringatan kepada Presiden Prabowo Subianto agar kekuasaan dijalankan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ukur Keberhasilan dari Kesejahteraan Rakyat, Bukan Angka Semata Koordinator Pusat BEM Nusantara, Muhammad Sardani, menegaskan bahwa keberhasilan negara tidak bisa hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi.

“Ukuran sesungguhnya adalah apakah rakyat memperoleh pendidikan yang adil, apakah hukum berani menyentuh mereka yang merampas kekayaan bangsa, apakah sungai, tanah, dan ruang hidup rakyat terlindungi, dan apakah ekonomi rakyat diperkuat,” ujar Sardani di lokasi aksi.

Suara dari Daerah: Kerusakan Ekologis di Riau

Semangat aksi menguat saat Syahradi Ramatul, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Hang Tuah Pekanbaru sekaligus putra daerah Siak, Riau, menyampaikan orasinya.

“Riau adalah bumi bertuah yang terus diperas sumber daya alamnya. Hutan kita ditebang hanya untuk dikonversi menjadi angka keuntungan segelintir oligarki. Sungai Siak tercemar mengalirkan duka, dan minyak bumi disedot hingga rahim bumi menganga. Namun anak negeri justru hidup dalam nestapa di tengah mahalnya pendidikan dan sulitnya akses keadilan,” tegas Syahradi.

Sebagai pemuda yang tumbuh di sepanjang aliran Sungai Siak, ia menyoroti regulasi pusat yang dinilai menutup mata terhadap kerusakan daerah demi keuntungan ekonomi kelompok tertentu.

Protes sebagai Bentuk Cinta Tanah Air

BEM Nusantara menegaskan aksi ini murni lahir dari tanggung jawab moral dan kecintaan kepada NKRI, bukan tunggangan politik praktis.

“Kami berdiri di sini bukan karena benci pada republik ini. Justru karena kami mencintai Indonesia dan Riau, kami menolak diam melihat tanah kami dihancurkan,” kata Syahradi menutup orasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Demo di Polda Riau, LSM AMATIR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pungli Camat Bonai-Kades Sontang

13 Agustus 2026 - 14:30 WIB

LSM AMATIR Desak Kejari Pekanbaru Segera Tetapkan Sekwan DPRD Kota Pekanbaru sebagai Tersangka

10 Juni 2026 - 09:53 WIB

Marak Galian C Ilegal di Tenayan Raya, LSM BERANTAS Desak Aparat Bertindak dan Usut Tuntas Kematian Warga ‘Farisman Laia’

9 April 2026 - 04:58 WIB

LSM AMATIR Ancam Akan Laporkan Pihak Polresta Pekanbaru Kepada Komisi Tiga DPR RI Terkait Bebasnya Pengusaha dan Selebgram Atas Kasus Penangkapan Narkoba yang Viral

12 Februari 2026 - 06:51 WIB

Soroti Dugaan Pelanggaran Limbah B3, Sinergi Pemuda Riau Desak PHR Tegakkan Sanksi Kontrak Vendor

9 Februari 2026 - 11:29 WIB

Trending di Demontrasi