PEKANBARU, THILASIA.ID– Satpol PP Pekanbaru di demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penyelamat Uang Negara (AMPUN) Riau, Jumat (31/1/2025).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta agar Satpol PP membongkar Cafe Sevendoors yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Ujung, Kecamatan Rumbai.
Terkait tuntutan mahasiswa tersebut, Kepala Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, pihaknya telah memproses aduan terkait keberadaan Cafe Sevendoors tersebut. Bahkan pihaknya sudah ingin melakukan pembongkaran.
Namun, karena ada surat yang menyatakan bahwa tempat tersebut memiliki sertifikat hak milik, pihaknya perlu melakukan konfirmasi ke instansi terkait. Pihaknya ingin memastikan terlebih dahulu apakah sertifikat hak milik yang dipegang oleh pihak Cafe Sevendoors betul atau tidaknya. Atas dasar itu, pihaknya menunda untuk melakukan pembongkaran Cafe Sevendoors tersebut.
Ia menyebut, aduan terkait Cafe Sevendoors tersebut sudah diproses sejak akhir tahun 2024 lalu. Pihaknya kini masih menunggu kepastian dari instansi terkait kepemilikan yang disampaikan oleh pengacara Cafe Sevendoors.
“Menurut keterangan kawan-kawan tadi kan itu merupakan Daerah Milik Jalan (DMJ). Tapi memang kalau kita tarik ukur, itu memang masih masuk DMJ. Namun persoalan sekarang adalah apakah lahan ini sudah diganti rugi atau masih ada yang tertinggal,” ujar Zulfahmi.
Karena itu, pihaknya perlu memastikan dengan dinas dan instansi terkait. Baik dengan Dinas PU maupun terkait perizinannya dengan DPMPTSP.
“Selain itu, kami juga perlu melakukan kroscek dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena saat kami mau membongkar mereka menginformasikan bahwa mereka memiliki sertifikat hak milik, sementara kami tidak diberikan tembusan. Nah informasi ini perlu kami tindaklanjuti supaya kita tidak salah dalam mengambil tindakan,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, kalau itu sudah selesai dan terbukti menyalahi aturan, pihaknya akan melakukan pembongkaran.
Tapi kalau tidak terbukti, pihaknya pun akan menyampaikan alasan-alasan bahwa tempat tersebut tidak bisa dilakukan pembongkaran.
“Kami masyarakat Rumbai asli, kalau ada masalah di Rumbai tentu kami akan bersuara, termasuk persoalan Cafe Sevendoors ini. IMB juga tidak ada itu, jadi tolong bongkar saja pak.” Teriak Cornelius Laia, S.H Sang Orator Ulung AMPUN Riau saat berorasi di depan Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru yang juga sebagai Ketua Umum AMPUN Riau.
ditengah aksi demonstrasi juga muncul Aktivis & Orator senior Riau yaitu Cep Permana Galih, ia juga melakukan orasi yang terkenal kontroversialnya itu, “Kami tantang Kasatpol PP Kota Pekanbaru untuk segera menutup Cafe Sevendoors, IMB tidak ada, bangunannya juga berada dalam DMJ, gak jelas itu. Jadi tolonglah Kasatpol PP Kota Pekanbaru ini kalau punya nyali ayo buktikan kinerjanya yang berpihak kepada masyarakat, kalau tidak ya terpaksa kami yang akan bongkar itu bangunan, kami tidak takut.” Imbuh Cep Permana Galih yang juga mantan Presiden Mahasiswa UNILAK pada masanya.
Disambut kembali oleh para aktivis mahasiswa Riau dan orator lainnya dalam orasi mimbar bebas tersebut seperti David Sitinjak, Edward Halawa dan Risman Zebua yang tidak kalah merinding dalam semangat orasi dan menyampaikan aspirasi kebenaran tersebut.
Setelah berkas tuntutan di terima oleh Kasatpol PP Kota Pekanbaru secara langsung, maka massa aksi membubarkan diri dengan damai. Mereka juga mengancam akan turun ke jalan kembali dengan Aksi Jilid 3 yang membawa massa lebih besar lagi apabila Cafe Sevendoors tidak di tutup.”








