Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Siak

LPTQ Siak Buka Pelatihan Al-Qur’an Gratis, Wabup Syamsurizal Ajak Masyarakat Tingkatkan Kemampuan

badge-check


LPTQ Siak Buka Pelatihan Al-Qur’an Gratis, Wabup Syamsurizal Ajak Masyarakat Tingkatkan Kemampuan Perbesar

SIAK, THILASIA.ID – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak membuka program pelatihan Al-Qur’an gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, serta mendalami berbagai cabang perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Pelatihan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu di Kantor Sekretariat LPTQ Kabupaten Siak, yang berlokasi di kawasan Mess Pemerintah Daerah, Kecamatan Siak.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang juga menjabat Ketua LPTQ Kabupaten Siak, menjelaskan bahwa program tersebut mencakup sejumlah cabang yang diperlombakan dalam MTQ, di antaranya Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Syarhil Qur’an, kaligrafi, serta beberapa cabang lainnya.

“Pelatihan ini gratis tanpa dipungut biaya. Peserta hanya perlu menanggung kebutuhan makan dan minum selama mengikuti kegiatan,” ujar Syamsurizal.

Hal itu disampaikannya saat menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat Kecamatan Minas di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Minggu malam (18/10/2026).

Syamsurizal menegaskan, program pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi para qari dan qariah yang telah mengikuti perlombaan MTQ, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari generasi muda hingga orang tua yang memiliki minat untuk belajar dan memperdalam ilmu Al-Qur’an.

“Pelatihan ini kami buka untuk umum. Bagi ibu, bapak, serta adik-adik yang berminat, silakan datang langsung ke Kantor Sekretariat LPTQ Kabupaten Siak. Kami juga menyediakan kamar bagi peserta yang ingin menginap di area pelatihan. Semuanya gratis,” jelasnya.

Ia berharap, program tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus belajar, mengasah kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang MTQ, baik di tingkat kampung, kecamatan, maupun tingkatan yang lebih tinggi.

Kepada para peserta yang telah mengikuti MTQ tingkat kampung maupun kecamatan, Syamsurizal berpesan agar tidak cepat berpuas diri atas hasil yang telah diraih. Menurutnya, prestasi harus diiringi dengan semangat belajar dan latihan secara berkelanjutan.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan melalui kesempatan pelatihan yang disediakan LPTQ Kabupaten Siak.

“Saya mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil meraih juara. Jangan cepat puas dengan hasil yang diperoleh saat ini. Bagi yang belum berhasil, saya berharap dapat memanfaatkan pelatihan yang dilaksanakan LPTQ Kabupaten Siak agar kemampuan terus meningkat dan ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik,” tutup Syamsurizal.

Melalui program ini, LPTQ Kabupaten Siak diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Siak di berbagai ajang MTQ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Siak Satukan Kerukunan, Pendidikan Karakter, dan Ekoteologi dalam Kemah 2026

22 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Polres Siak Himbau, Stop Judi Daring dan Penipuan Online

22 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Bupati Afni Ungkap Alasan MTQ Siak 2025 Digelar Semi Terbuka

20 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muskab Korpri Siak Tetapkan Mahadar sebagai Ketua Periode 2026–2031

20 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Hari Santri 2026, Siak Deklarasikan Diri sebagai Kabupaten Santri SIAK SRI INDRAPURA – Kabupaten Siak akan mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Santri pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat kabupaten, Jumat (23/10/2026), di Lapangan Tugu, depan Istana Siak. Momentum ini diperkirakan diikuti sekitar 4.500 santriwan dan santriwati dari pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Siak. Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter Qurani. Bupati Siak Afni Z menegaskan, semangat Kabupaten Santri tidak boleh berhenti pada deklarasi dan peringatan tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian berkelanjutan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak generasi muda. “Kita ingin Siak menjadi Kabupaten Santri, semangat itu harus kita hidupkan bersama. Bukan hanya pada saat Hari Santri, tetapi juga melalui perhatian kepada pondok pesantren, para kiai, ustaz dan ustazah, serta pendidikan karakter anak-anak kita,” demikian pesan yang ingin ditegaskan Afni dalam momentum tersebut. Persiapan peringatan Hari Santri dimatangkan melalui rapat final yang dipimpin Bupati Afni bersama Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Zamrud Room, Kompleks Rumah Rakyat, Selasa (20/10/2026). Rapat yang dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Siak itu membahas kesiapan upacara, kirab santri, perlombaan, pemondokan, serta pelayanan peserta. Dengan perkiraan kehadiran 4.500 santri, Afni meminta panitia memastikan kesiapan tempat menginap, fasilitas ibadah, kamar mandi, tempat wudu, dan transportasi. Lokasi pemondokan juga diupayakan dekat dengan pusat kegiatan agar memudahkan mobilitas peserta, terutama santri yang datang dari kecamatan jauh. “Jangan jauh-jauh lah dari kompleks ini supaya tidak perlu mereka jalan lagi,” ujar Afni saat membahas lokasi pemondokan dalam rapat. Pemerintah daerah turut merencanakan penyediaan transportasi gratis berupa odong odong pemda untuk membantu mobilitas santri. Panitia juga diminta memastikan jumlah peserta dari setiap pondok pesantren agar kebutuhan pelayanan dapat dipersiapkan secara tepat. Afni menekankan agar rangkaian upacara berlangsung sederhana, tertib, dan tepat waktu. Upacara dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan ditargetkan selesai pukul 09.30 WIB, sebelum dilanjutkan dengan kirab santri. “Pokoknya 8.30 sudah langsung mulai,” tegasnya, seraya meminta jadwal tersebut disampaikan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren agar peserta dapat hadir tepat waktu. Selain upacara dan kirab, peringatan Hari Santri akan diisi perlombaan bidang keagamaan, bahasa, dan olahraga. Di antaranya cerdas cermat atau pemahaman Al-Qur’an serta pidato bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dan mempererat silaturahmi antarpesantren. Melalui deklarasi Kabupaten Santri, Pemkab Siak ingin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi pesantren dan menumbuhkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Dengan demikian, identitas Kabupaten Santri tidak hanya menjadi sebutan, tetapi tercermin dalam dukungan terhadap pendidikan pesantren dan lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkarakter Qurani.

20 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Trending di Pemerintah