Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Pemkab Siak Dorong Akses Pendidikan, 517 Siswa Masuk Data PIP 2026

badge-check


					Pemkab Siak Dorong Akses Pendidikan, 517 Siswa Masuk Data PIP 2026 Perbesar

SIAK | THILASIA.ID- Pemerintah Kabupaten Siak, terus mendorong akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 517 siswa jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) tercatat dalam data Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 melalui jalur aspirasi.

Data tersebut mencakup siswa dari 15 sekolah yang tersebar di enam kecamatan, yakni Sungai Apit, Sabak Auh, Siak, Bunga Raya, Tualang, dan Dayun.

Bupati Siak Afni Z menyampaikan komitmen tersebut saat penyerahan simbolis bantuan PIP 2026 melalui jalur aspirasi di Aula Kantor Camat Sungai Apit, Selasa (27/10/2026).

Afni menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi anak untuk berhenti mengenyam pendidikan.“Jangan sampai anak kita nih tidak sekolah. Banyak cara, ada cara, ada solusi,” ujar Afni.

Menurut dia, pemerintah terus mengupayakan berbagai bentuk dukungan agar anak-anak tetap dapat bersekolah. Selain melalui PIP, bantuan seragam gratis dan pemenuhan kebutuhan sekolah juga menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga.

Afni juga menekankan pentingnya pembaruan dan verifikasi data kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok desil 1–5. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah disalurkan sesuai kriteria dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Staf khusus Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Industri dan Perdagangan, OK Fachru Hidayat, menilai pendidikan berperan penting dalam memutus rantai kemiskinan.

Menurut dia, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Riau perlu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk keluar dari jurang kemiskinan,” kata OK Fachru Hidayat.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dibentuk melalui keluarga dan lingkungan masyarakat. Karena itu, penanaman nilai kehidupan, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditumbuhkan sejak dini.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Lantik Makrus Jadi Penghulu Keranji Guguh, Ajak Warga Gotong Royong Benahi Balai Kampung

28 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda KE-98, Lapas Bangkinang Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian

28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Kontrol Keliling Tembok , Pastikan Keamanan dan Ketertiban Tetap Terjaga

28 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Rokan Hulu

28 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Harumkan Nama Siak di Kancah Nasional, BKPRMI Siak Dinobatkan Sebagai DPD Terbaik pada BKPRMI Award 2026

28 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Trending di Pemerintah