PEKANBARU |THILASIA.ID- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau memusnahkan berbagai barang ilegal hasil penindakan dengan nilai fantastis mencapai Rp44,8 miliar (14/4/2026), namun tidak berhasil mengungkap jalur khusus pembuka jalan ilegal tersebut, bahkan kenapa bisa bocor. Kegagalan ini menjadi perhatian serius dari Aktivis Riau, Cep Permana Galih, karena yang diketahui Dwijo Muryono hanya 44,8 Miliar nilai barang ilegal, padahal diduga yang lolos tanpa ketangkap itu melebihi dari angka tersebut.
Barang-barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil operasi pasar dan patroli intensif yang dilakukan sepanjang tahun 2024 hingga 2025 di Provinsi Riau dan Sumatra Barat. Dari total nilai Rp44.825.842.154, negara diperkirakan berhasil mengamankan potensi kerugian hingga Rp26,9 miliar. Aktivis Riau, Cep Permana Galih, menilai bahwa Kakanwil DJBC Riau terlalu euforia dengan kebehasilannya, padahal menurut Cep, ia hanya membongkar yang sisa-sisa dari sekian banyak barang ilegal yang masuk ke Riau. Cep Permana Galih menegaskan bahwa jangan sampai Kakanwil baru ini senasib dengan Kakanwil lama dengan kasus impor gula, yang lain memang dimusnahkan tapi ia bermain dengan barang yang lainnya.
“Kami meminta kepada Pak Purbaya, tolong turun langsung ke Riau, periksa seluruh perairan juga jalur darat masuknya barang ilegal tersebut, kami pastikan bahwa masih banyak barang ilegal yang dibiarkan oleh Dwijo Muryono,” tegas Cep Permana Galih, yang juga mantan Presiden Mahasiswa UNILAK, Riau tersebut.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari 28,8 juta batang rokok ilegal, 1.214 liter minuman beralkohol, hingga ratusan koli pakaian bekas dan alas kaki. Selain itu, turut dimusnahkan pula sejumlah barang konsumsi dan produk elektronik ilegal.
“Kami kelompok aktivis di Riau tidak percaya dengan yang namanya seremonial seperti ini, makanya kami minta Menteri Keuangan RI langsung Bapak Purbaya turun ke Riau, nanti cek saja kebenarannya dan kami berani bertaruh kebenarannya,” tutup Cep Permana Galih, yang juga aktivis senior di Riau yang dikenal lantang dalam bersuara tanpa gentar.








