Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pekanbaru

Nonjob Massal Pejabat Eselon II Sarat Drama, Zulhelmi Aman: Cep Permana Galih Sorot Ketimpangan, Wako Agung Dinilai Tebang Pilih!

badge-check


					Nonjob Massal Pejabat Eselon II Sarat Drama, Zulhelmi Aman: Cep Permana Galih Sorot Ketimpangan, Wako Agung Dinilai Tebang Pilih! Perbesar

PEKANBARU, THILASIA.ID- Ketua Umum BALAPATISIA, Cep Permana Galih, dengan tegas mengecam langkah sepihak Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang melakukan penonaktifan sejumlah pejabat eselon II dengan dalih keterlibatan dalam kasus gratifikasi dan demi “sinergi dengan KPK.”

Menurut Cep, langkah ini tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan hanya menunjukkan sikap tebang pilih, bahkan terindikasi kuat sebagai akal-akalan politik.

“Kalau alasannya karena terlibat gratifikasi, kenapa Zulhelmi Arifin, Pj Sekdako Pekanbaru, yang juga disebut-sebut dalam pusaran kasus yang sama, tidak ikut dinonjobkan? Ini kebijakan konyol, penuh standar ganda. Jangan pakai KPK sebagai tameng kalau sebenarnya cuma mau menyingkirkan orang-orang yang tidak tunduk!” tegas Cep Permana Galih.

Ia juga menyebut tindakan Walikota Agung sebagai langkah politik murahan yang penuh kepura-puraan.

“Walikota pura-pura buta! Hanya berani pada yang lemah dan gampang diatur, tapi tutup mata terhadap aktor besar di dalam sistem. Ini bukan bersih-bersih, ini bersih-bersih musuh politik!” lanjut Cep.

Lebih jauh, Cep mempertanyakan komitmen Walikota terhadap prinsip keadilan birokrasi.

“Pemerintahan ini jadi kacau karena dijalankan berdasarkan rasa suka atau tidak suka, bukan berdasarkan aturan dan etika pemerintahan. Kalau Zulhelmi Arifin tidak diganti, maka semua narasi soal gratifikasi itu omong kosong. Dan kalau KPK betul dilibatkan, seharusnya semua diproses secara transparan, bukan cuma yang dipilih-pilih,” tutup Cep.

Cep Permana Galih menegaskan bahwa BALAPATISIA akan terus mengawal proses ini, dan tidak akan tinggal diam melihat aparat birokrasi dipermainkan demi kepentingan politik sesaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT Lalu Lintas ke-71 di Polda Riau, Polantas Perkuat Pengabdian untuk Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan

23 September 2026 - 05:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Dukung Agenda “Bengkel Da’i” Ittihadul Muballighin

22 September 2026 - 15:00 WIB

Pastikan Kesiapan Open Traffic, Ditlantas Polda Riau Tinjau Overpass STA 203+285

21 September 2026 - 15:59 WIB

PMII Komisariat UNILAK Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Gerakan Mahasiswa

20 September 2026 - 12:48 WIB

Polantas Karib Edukasi Mahasiswa UMRI tentang Bahaya Kantuk dan Keselamatan Berkendara

19 September 2026 - 09:55 WIB

Trending di Pekanbaru