Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Bupati Rohul Dukung Sensus Ekonomi 2026, Siap Berkolaborasi dengan BPS.

badge-check


					Bupati Rohul Dukung Sensus Ekonomi 2026, Siap Berkolaborasi dengan BPS. Perbesar

Rohul, Thilasia.id – Bupati Rokan Hulu(Rohul) Anton, ST,MM siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Hal ini disampaikannya usai menerima materi dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam kegiatan retret atau orientasi kepala daerah di lembah tidar akmil, Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025) malam.

“Pemkab Rokan Hulu nantinya akan berkolaborasi dan berkoordinasi kepada Badan Pusat Statistik Rokan Hulu untuk mendukung dan menyukseskan pelaksaan sensus ekonomi tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hulu”, ungkap Anton kepada Tim Peliputan Diskominfo Rohul.

 

“Kegiatan Sensus ini penting bagi sebuah wilayah, dimana selain dapat mengetahui gambaran ekonomi di suatu daerah, Pemerintah juga bisa memanfaatkan data statistik tersebut untuk membentuk kebijakan berbasis data dan fakta. Dengan demikian, dapat menjadi tolak ukur untuk melakukan proses pembangunan yang optimal dan berdampak positif bagi masyarakat Rokan Hulu kedepan,” tambah Bupati Rohul yang biasa di panggil Bang Anton.

Dilansir dari laman web antaranews.com, Kepala BPS RI Amalia berharap seluruh kepala daerah dapat mendukung pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026.

“Ibaratnya kalau penyakit, dengan memahami data dan statistik secara menyeluruh maka diagnosa yang bapak/Ibu lakukan itu nantinya tidak hanya mengobati gejalanya, tetapi kami berharap dengan data dan statistik yang bapak/ibu pahami secara menyeluruh ini dapat menyembuhkan sumber penyakitnya secara langsung, bukan hanya mengobati gejalanya,” katanya.

Dalam forum tersebut, Amalia menjelaskan data statistik yang biasanya dilakukan untuk mengukur survei pembangunan, dibagi menjadi dua, yakni makro dan mikro. Data makro berarti data yang disajikan berdasarkan klasifikasi nasional, provinsi, kota, tetapi bukan berdasarkan Individu sebaliknya, data mikro merupakan data yang biasanya digunakan untuk menyasar program pembangunan hingga di level individu.Dengan kata lain, data tersebut juga kerap diartikan sebagai data by name by address.

 

“Yang kemudian di akhir tahun yang lalu kami BPS ditugaskan untuk membangun Data Tunggal sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN,” tutupnya.(Kominfo).

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lapas Pasir Pangarayan Fasilitasi Penyuluhan Hukum Posbakum, Tingkatkan Pemahaman Hukum bagi Tahanan

4 Juli 2026 - 13:31 WIB

Perkuat Pembinaan Mental Spiritual, Lapas Pasir Pangarayan Gelar Pengajian Rutin bagi Warga Binaan Perempuan

3 Juli 2026 - 09:23 WIB

Hadiri Upacara Hari Bhayangkara Ke-80, Lapas Pasir Pangarayan Terus Perkuat Sinergi dengan Polres Rokan Hulu

1 Juli 2026 - 07:28 WIB

Cegah Penyebaran Hantavirus, Lapas Pasir Pangarayan Bersama Puskesmas Rambah Edukasi Warga Binaan

29 Juni 2026 - 10:47 WIB

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Upacara Peringatan Harganas Ke-33, Teguhkan Semangat Kekeluargaan

29 Juni 2026 - 10:40 WIB

Trending di Lapas