Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pekanbaru

Lapas Pekanbaru Laksanakan Asessment Bagi 300 Orang Warga Binaan

badge-check


					Lapas Pekanbaru Laksanakan Asessment Bagi 300 Orang Warga Binaan Perbesar

Pekanbaru, Thilasia.id– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengadakan kegiatan assessment bagi 300 orang warga binaan. Bertempat di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru, acara ini didampingi langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Riau, Ricky Dwi Biantoro, serta tim asesor dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi warga binaan secara komprehensif dan memberikan bimbingan yang tepat, Rabu (04/12).

Dalam hal ini, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, menekankan pentingnya asessment dan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) bagi warga binaan. Beliau berharap hasil asessment ini bisa membantu dalam merancang program yang efektif bagi proses rehabilitasi para warga binaan.

“Kegiatan ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk memahami kebutuhan dan kondisi warga binaan. Dengan demikian, kita dapat memberikan bimbingan dan program rehabilitasi yang sesuai,” ujar Erwin.

Proses asessment dilakukan untuk menilai kondisi mental, sosial, dan hukum dari setiap warga binaan. Evaluasi ini mencakup wawancara mendalam dan pengisian kuesioner yang dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik masing-masing individu.

Litmas atau Penelitian Kemasyarakatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ini. PK dan PPK bertugas untuk mengkaji latar belakang sosial warga binaan, termasuk hubungan dengan keluarga dan masyarakat. Data ini penting untuk merancang program reintegrasi sosial yang efektif setelah warga binaan selesai menjalani masa hukuman.

300 orang warga binaan yang mengikuti asessment dan Litmas ini adalah mereka yang telah memenuhi syarat administratif dan menunjukkan perilaku baik selama di dalam Lapas. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi warga binaan lainnya dalam hal partisipasi aktif dalam program rehabilitasi.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga binaan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas. Mereka merasa proses asesmen ini memberikan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. “Saya berharap melalui asesmen ini, saya bisa mendapatkan program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan saya,” ungkap salah satu warga binaan.

Kalapas juga menegaskan bahwa hasil dari asestment dan Litmas akan menjadi dasar untuk merancang program pembinaan yang lebih terarah. “Kami akan menggunakan data yang didapat untuk mengembangkan program pembinaan di Lapas ini. Tujuan akhirnya adalah agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang cukup,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amankan Long Weekend, Ditlantas Polda Riau Fokus Patroli Jalan Raya, Wisata dan Rumah Ibadah

13 Mei 2026 - 14:23 WIB

Silih Berganti Jabatan, Tiga Pejabat Lapas Pasir Pangarayan Emban Amanah Baru

13 Mei 2026 - 09:30 WIB

Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan, Lapas Pasir Pangarayan Jalin Koordinasi dengan BPJS Kesehatan

12 Mei 2026 - 15:00 WIB

Perkuat Sinergitas Antar Penegak Hukum, Lapas Pasir Pangarayan Sambangi PN Pasir Pengaraian

12 Mei 2026 - 13:50 WIB

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Sidang TPP, 43 Warga Binaan Disiapkan Ikuti Program Pembinaan dan Tamping

11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Trending di Lapas