Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pemerintah

Kekerasan Perempuan dan Anak, Muflihun-Ade Hartati Akan Bentuk Satgas Perlindungan

badge-check


					Kekerasan Perempuan dan Anak, Muflihun-Ade Hartati Akan Bentuk Satgas Perlindungan Perbesar

Pekanbaru, Thilasia.id- Pasangan calon (Paslon) Nomor Urut 1, Muflihun-Ade Hartati, akan membentuk satuan tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak. Hal ini sebagai upaya dalam menekan angka kekerasan perempuan dan anak di Kota Pekanbaru,Dalam debat publik kedua, Paslon Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Muflihun-Ade Hartati akan menyempurnakan program yang sudah berjalan sebelumnya.

Muflihun yang pernah menjabat Pj Walikota Pekanbaru, mengaku sudah membuat Perda dengan inisiatif Pemko Pekanbaru pada zamannya. Dalam implementasinya, Muflihun menyebut dinas terkait pada saat itu sudah membuat layanan pengadaan secara online.

Dinas terkait telah membuat aplikasi agar perempuan dan anak yang mengalami atau menjadi korban kekerasan dapat melakukan pengaduan secara online.”Program ini tentunya mempermudah masyarakat dalam pengaduan terkait kekerasan perempuan dan anak di Kota Pekanbaru,” kata Muflihun.Kedepan, Muflihun-Ade Hartati jika diamanahkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru akan membentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak.”Jika kami menang, tentunya ini kami akan memaksimalkan program ini.

Sehingga bisa dilaksanakan konseling oleh dinas Terkait. Kami juga membuat satgas untuk perlindungan perempuan dan anak di Kota Pekanbaru,” sebutnya.Sementara itu, Calon Wakil Walikota Pekanbaru Nomor Urut 1 Ade Hartati menambahkan, bahwa untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihaknya juga berupaya untuk membangun kesadaran bersama.Menurutnya, perempuan harus memahami jati dirinya, agar perempuan tidak di bawah relasi kuasa.

Pihaknya juga akan memberikan edukasi dan sosialisasi yang baik kepada perempuan.”Terutama kepada perempuan korban, terkait dengan pemulihan dirinya. Dan ini perlu melibatkan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat, kecamatan, kelurahan, RT, RW, untuk membangun kesadaran ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastikan Layanan Optimal, Lapas Pasir Pangarayan Evaluasi Kolaborasi Kesehatan dengan Puskesmas Rambah

5 Mei 2026 - 15:00 WIB

Akhir Pelarian Terpidana Penipuan Lahan, Tim Tabur Kejati Riau Berhasil Ringkus DPO di Pekanbaru

1 Mei 2026 - 08:45 WIB

Peringati Hari Buruh 2026, GMN: Buruh Hebat, Indonesia Kuat

30 April 2026 - 18:27 WIB

Pengawasan Pembinaan Diperkuat, Hakim Wasmat Turun Langsung ke Lapas Pasir Pangarayan

30 April 2026 - 12:27 WIB

Hadiri Wisuda XXIV UPP, Lima Pegawai Lapas Pasir Pangarayan Resmi Raih Gelar Sarjana Hukum

29 April 2026 - 10:52 WIB

Trending di Lapas