Menu ✖

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pekanbaru

Supir Pribadi Jadi Tumbal Proyek, Roni Pasla Anggota DPRD Kota Pekanbaru Kunyah Duit Haram Videotron Ratusan Juta. Cep Permana Galih: Copot Kajari Pekanbaru Atau Tangkap Roni Pasla

badge-check


					Supir Pribadi Jadi Tumbal Proyek, Roni Pasla Anggota DPRD Kota Pekanbaru Kunyah Duit Haram Videotron Ratusan Juta. Cep Permana Galih: Copot Kajari Pekanbaru Atau Tangkap Roni Pasla Perbesar

PEKANBARU, THILASIA.ID- Di tengah riuh rendah persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru, kisah getir seorang supir menyeruak, bagai dongeng kelam yang diwariskan dari generasi ke generasi tentang penguasa yang lalim. Supir malang itu, yang seharusnya hanya menjalankan tugas keseharian, kini dipaksa menanggung beban dosa yang bukan miliknya.

Dua orang saksi berdiri di hadapan majelis hakim, dengan suara bergetar mereka mengungkap bahwa proyek itu berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) seorang anggota DPRD Pekanbaru, dari Fraksi PAN, bernama Roni Pasla. Namun, anehnya, dalam putusan hakim tak ada satu pun jejak yang mengaitkan langsung sang wakil rakyat.

Seperti dalam kisah lama tentang kerajaan-kerajaan yang menumbalkan rakyat jelata demi menyelamatkan bangsawan, realita hari ini pun menyajikan adegan serupa: supir sederhana harus rela menerima vonis, sementara bayang-bayang kekuasaan masih melenggang bebas di jalanan kota.

Sementara itu, kabar dari kejauhan membawa harapan: Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru tengah membuka lembaran baru penyelidikan terhadap oknum DPRD tersebut. Rakyat yang hadir di persidangan berbisik, mendesak, dan berharap agar keadilan tak berhenti pada tumbal semata.

“Jangan hanya mengorbankan orang Diskominfo saja, termasuk supir yang seharusnya tidak menjadi tumbal hingga divonis di pengadilan. Kasus ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” ujar seorang perwakilan masyarakat, bak suara rakyat kecil yang sering terhimpit oleh dinding kekuasaan.

Di tengah kegelisahan itu, muncul suara lantang dari seorang tokoh yang dijuluki Sang Raja Aktivis Riau, Cep Permana Galih. Namanya bergema di setiap sudut Pekanbaru, gerakannya ditakuti para koruptor sebagaimana rakyat dahulu takut pada dentuman genderang perang.

“Sejarah berulang. Di masa lalu, rakyat kecil ditumbalkan demi menyelamatkan para penguasa. Hari ini, kita saksikan lagi kisah yang sama. Tapi dengarlah: kami para aktivis tidak akan tinggal diam. Supir itu hanyalah korban. Aktor utama harus diseret ke muka hukum. Jika aparat tak berani, maka gelombang perlawanan kami akan menjadi badai yang tak terbendung,” tegas Cep Permana Galih, dengan sorot mata yang menyala bagai api di tengah malam gelap.

Masyarakat pun menanti, apakah langkah Kajari Kota Pekanbaru mampu menjadi pelita yang menyingkap tirai kegelapan ini. Sebab keadilan sejati, sebagaimana dalam kisah-kisah kuno, hanya akan terwujud ketika dalang di balik layar benar-benar terungkap, bukan ketika rakyat kecil saja yang menanggung kutukan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HUT Lalu Lintas ke-71 di Polda Riau, Polantas Perkuat Pengabdian untuk Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan

23 September 2026 - 05:44 WIB

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Dukung Agenda “Bengkel Da’i” Ittihadul Muballighin

22 September 2026 - 15:00 WIB

Pastikan Kesiapan Open Traffic, Ditlantas Polda Riau Tinjau Overpass STA 203+285

21 September 2026 - 15:59 WIB

PMII Komisariat UNILAK Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Gerakan Mahasiswa

20 September 2026 - 12:48 WIB

Polantas Karib Edukasi Mahasiswa UMRI tentang Bahaya Kantuk dan Keselamatan Berkendara

19 September 2026 - 09:55 WIB

Trending di Pekanbaru