PINTU KUARI, THILASIA.ID— Pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Dusun II Pintu Kuari mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wilayah sekaligus mengingat kembali nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa yang memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut.
Salah satu pemuda Dusun II Pintu Kuari, Maldy, menyampaikan bahwa kegiatan Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan hanya sekadar kegiatan lapangan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan potensi daerah kepada masyarakat luas.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di Dusun II Pintu Kuari. Bagi kami, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat potensi daerah sekaligus mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa yang ada di wilayah kami,” ungkap Maldy.
Maldy juga mengungkapkan bahwa Dusun II Pintu Kuari memiliki nilai sejarah yang penting, karena menurut penuturan sejarah yang berkembang di tengah masyarakat, kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Sjafruddin Prawiranegara, tokoh yang pernah memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa agresi militer Belanda.
“Dusun II Pintu Kuari juga memiliki cerita sejarah yang sangat penting. Di kawasan ini terdapat tempat yang disebut masyarakat sebagai tempat kediaman sementara Sjafruddin Prawiranegara ketika menjalankan perjuangan mempertahankan eksistensi pemerintahan Republik Indonesia,” ujar Maldy.
Menurut Maldy, keberadaan sejarah tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama, khususnya pemerintah daerah dan pihak terkait, agar dapat dilakukan pendataan, penelitian, serta pelestarian terhadap situs atau jejak sejarah yang masih ada.
“Jangan sampai generasi muda tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri. Kami berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi ini juga menjadi awal untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah Dusun II Pintu Kuari secara lebih serius,”
tambahnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi pengenalan sejarah, pengembangan potensi wilayah, maupun semakin dekatnya hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini.
Kami berharap sejarah dan potensi Dusun II Pintu Kuari bisa terus diperkenalkan, sehingga daerah kami tidak hanya dikenal karena letaknya, tetapi juga karena memiliki bagian dari perjalanan sejarah perjuangan Republik Indonesia,” tutup Maldy.








