Bengkalis | Thilasia.id– Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi yang berlokasi di Dusun I, Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, berlangsung pada Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Kegiatan ini digelar secara daring dan serentak bersama sejumlah daerah lainnya di Provinsi Riau.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Polres Bengkalis dan unsur Forkopimcam. Hadir di antaranya Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Pembina Aritonang, S.I.K., Kabag Ops Kompol Imron Teheri, S.Sos., M.H., Kabag Log AKP Cecep Sujapar, S.H., M.H., Kapolsek Bukit Batu Kompol Rokhani, S.S., M.H., serta Camat Bandar Laksamana Rizky Afriandy, S.STP., M.Si. Turut hadir perwakilan TNI, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan tari persembahan, pembacaan doa, serta penayangan video selayang pandang pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi se-Provinsi Riau.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolda Riau dan prosesi peresmian secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan simbolis serta peresmian 83 jembatan tahap II secara serentak.

Sejumlah pejabat nasional juga menyapa masyarakat secara virtual, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Ph.D.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kapolri bersama pejabat terkait menyerahkan paket Ramadan secara simbolis kepada masyarakat serta melaksanakan prosesi pengguntingan pita di lokasi pusat kegiatan. Di Desa Temiang, peresmian dilanjutkan secara langsung oleh Wakapolres Bengkalis bersama para tamu undangan.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi, meningkatkan mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah, khususnya di Desa Temiang dan sekitarnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.








