TAPUNG HULU, THILASIA.ID– Di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat dan netralitas media, Polsek Tapung Hulu justru memberikan “tamparan” positif melalui kolaborasi religius yang tak biasa. Bukan di meja penyidikan, sinergi antara polisi, pers, dan ulama kali ini tumpah ruah dalam gema Al-Qur’an di Mushola Armuzna, Jumat (13/3).
Kegiatan buka puasa bersama Insan Pers Keadilan Tapung Hulu ini tidak dibiarkan menjadi ajang makan-makan belaka. Ada pesan tajam yang dikirimkan: Program Magrib Mengaji. Kapolsek Tapung Hulu, IPTU Riko Rizki Masri, secara eksplisit menegaskan bahwa institusinya kini menjadi garda depan dalam membentengi moral generasi muda lewat Al-Qur’an.
“Kami ingin membuktikan bahwa kantor polisi bukan tempat yang menakutkan, tapi bisa menjadi kawah candradimuka bagi generasi penghafal Al-Qur’an,” tegas IPTU Riko.
Nada apresiasi namun menuntut konsistensi datang dari Kepala KUA Tapung Hulu, H. Abdul Latip. Ia menegaskan bahwa Rumah Hafiz di lingkungan Polsek bukan sekadar “proyek gaya-gayaan” sesaat, melainkan fondasi yang harus dijaga mati-matian.
“Program Rumah Hafiz ini harus terus ‘hidup’ dan dikembangkan. Jangan sampai redup setelah momentum Ramadhan usai,” cetus Abdul Latip dengan nada mengingatkan.
Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan bagi para santri yang dianggap paling gigih dalam mengaji. Berikut adalah daftar santri yang berhasil membuktikan prestasi di lingkungan Polsek:
Peringkat | Nama Santri
| Peringkat 1 | Wina Saskia |
| Peringkat 2 | Adia Rafa Fathina |
| Peringkat 3 | Dea Faradillah |
| Peringkat 4 | Dian Anggraini |
| Peringkat 5 | Julia Kasih |








