PEKANBARU, THILASIA.ID- Setelah menuai polemik akibat masih beroperasi meski diduga telah mendapat pembatasan dan ultimatum, tempat hiburan malam Chromatic di Panam akhirnya ditutup paksa oleh masyarakat sekitar pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Penutupan ini dilakukan ketika warga sudah resah dengan aktivitas tempat hiburan tersebut yang tetap beroperasi hingga larut malam dan juga diketahui bahwa tempat hiburan tersebut melanggar Perda No. 3 Tahun 2002 hingga kedatangan pihak kepolisian setempat untuk menjaga keamanan.

“Akhirnya tempat ini ditutup! Kami sudah lama resah karena aktivitasnya yang sering mengganggu, semoga ini jadi pelajaran agar aturan benar-benar ditegakkan.” Ujar salah satu warga yang menyaksikan proses penutupan.

Dengan ditutupnya Chromatic, warga berharap lingkungan mereka bisa kembali kondusif tanpa adanya aktivitas hiburan yang mengganggu ketertiban umum dan yang sangat meresahkan itu.
Dalam hal ini, Cep Permana Galih seorang Aktivis Riau yang juga pernah menjadi Presiden Mahasiswa di salahsatu kampus ternama di Provinsi Riau menanggapi polemik yang terjadi di Chromatic. Cep menyampaikan, “Ini bukan sekadar penutupan sebuah tempat hiburan, ini adalah kemenangan masyarakat dalam menjaga marwah dan ketertiban lingkungan. Panam hari ini membuktikan bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan, bahwa ketegasan warga adalah benteng terakhir dari tatanan sosial yang sehat. Semoga ini menjadi pesan bagi siapa pun yang mencoba mengabaikan aturan dan merusak ketenangan masyarakat. Kami akan terus mengawal, karena keadilan bukan hanya dituntut, tapi harus ditegakkan.” Ucap Cep Permana Galih, Aktivis Riau.

“Ini bukan sekadar pintu yang ditutup, tapi sebuah ketegasan bahwa suara rakyat tak bisa dibungkam. Malam yang bising kini sunyi, bukan karena kehilangan, tapi karena kemenangan. Warga Panam telah menunjukkan bahwa ketertiban bukan hanya harapan, tapi sesuatu yang harus diperjuangkan. Biarlah ini menjadi jejak, bahwa keadilan tidak datang dari diam, tetapi dari keberanian melawan yang merusak. Pekanbaru harus tetap terang, tanpa bayang-bayang ketidakadilan yang bersembunyi dalam gelap.” Tambah Cep Permana Galih yang juga turut serta berjuang dalam penutupan Chromatic tersebut bersama warga Panam dan khususnya masyarakat sekitar.
Pada pukul 11.00 WIB tempat hiburan malam Chromatic sudah ditutup dan massa membubarkan diri dengan tertib, akan tetapi massa tersebut menegaskan bahwa mereka akan datang setiap malam untuk memastikan tutupnya Chromatic.
Narasumber: Warga Sekitar dan Aktivis Riau
Reporter: Mardho Tila, S.E
Fotografer: Dea Lestari
Editor: Yulia Erisya








