Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pekanbaru

BALAPATISIA Akan Gelar Jilid 3 Unjuk Rasa Pekan Depan, Desak Kejari Pekanbaru Periksa Kembali Roni Pasla Atas Kasus Videotron 972 Juta.

badge-check


					BALAPATISIA Akan Gelar Jilid 3 Unjuk Rasa Pekan Depan, Desak Kejari Pekanbaru Periksa Kembali Roni Pasla Atas Kasus Videotron 972 Juta. Perbesar

|PEKANBARU, THILASIA.ID-| Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) yang dikomandoi oleh Cep Permana Galih akan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III pada pekan depan di depan Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap penanganan perkara dugaan korupsi proyek videotron senilai Rp972 juta, yang hingga kini belum menyeret Roni Pasla, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), meski telah dipanggil sebanyak tujuh kali oleh pihak Kejari Pekanbaru.

Dalam fakta persidangan perkara tersebut, sejumlah saksi telah menerangkan bahwa proyek videotron itu berasal dari Pokok Pikiran (Pokir) Roni Pasla, namun hingga kini, dirinya belum ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara pihak-pihak lain telah menjalani proses hukum dan bahkan divonis bersalah, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

Cep Permana Galih: Nama Baik Partai Tercemar Gara-Gara Kasus Ini Dalam pernyataannya, Cep Permana Galih selaku Koordinator Umum Aksi BALAPATISIA, menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal moralitas dan integritas partai politik.

“Kami menilai, kasus videotron ini telah mencoreng nama baik Partai Amanat Nasional di mata publik. Kalau memang Roni Pasla dipanggil sampai tujuh kali tapi tidak juga ditetapkan tersangka, ada apa di balik semua ini? Jangan sampai rakyat menilai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegas Cep Permana Galih, yang juga dikenal sebagai Sang Raja Aktivis Riau.

Ia juga menambahkan bahwa BALAPATISIA akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas.

“Kami tidak akan diam. Keadilan harus ditegakkan, bukan dinegosiasikan,” ujarnya lantang.

Alvieres: Ini Aksi Ketiga Kami, dan Tidak Akan Berhenti Sementara itu, Alvieres, selaku Koordinator Lapangan Aksi 1 BALAPATISIA, menyatakan bahwa demonstrasi yang akan digelar pekan depan adalah aksi ketiga (Jilid III) dalam rangkaian tekanan publik terhadap Kejari Pekanbaru.

“Aksi ini sudah ketiga kalinya kami lakukan. Kami tidak akan berhenti sebelum Roni Pasla ditetapkan sebagai tersangka. Fakta di persidangan sudah jelas, publik tahu arah kasus ini, tinggal keberanian hukum yang kita tunggu,” ungkap Alvieres dengan tegas.

Dicky: Jika Kejari Pekanbaru Tak Mampu, Kami Akan Laporkan ke Kejagung RI

Senada dengan itu, Dicky, dari Divisi Politik, Sosial dan Ekonomi BALAPATISIA, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan apabila Kejari Pekanbaru terus berdiam diri.

“Kami akan segera melaporkan hal ini ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Bila Kejari Pekanbaru tidak sanggup menuntaskan kasus ini, biarlah Kejagung yang mengambil alih. Ini bukan lagi sekadar isu lokal, ini persoalan keadilan nasional,” ujar Dicky.

Latar Kasus: Videotron Rp972 Juta dan Bayang-Bayang Pokir DPRD

Kasus dugaan korupsi proyek videotron senilai Rp972 juta ini bermula dari program pengadaan fasilitas media informasi publik, yang disebut-sebut bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Dalam proses persidangan, beberapa saksi menyebut nama Roni Pasla sebagai pihak yang mengusulkan proyek tersebut. Namun, hingga kini status hukumnya masih sebatas saksi, tanpa penetapan tersangka.

BALAPATISIA menilai kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan hukum yang mencederai rasa keadilan publik. Aksi Jilid III mendatang disebut akan melibatkan ratusan aktivis, mahasiswa, dan simpatisan rakyat kecil yang menuntut transparansi dan keberanian Kejari Pekanbaru dalam menegakkan supremasi hukum.

BALAPATISIA Tidak Akan Mundur Gerakan BALAPATISIA menegaskan, perjuangan mereka bukan sekadar protes, tetapi panggilan moral untuk menjaga marwah keadilan di negeri ini.

“Selama hukum masih tumpul ke atas, BALAPATISIA akan terus lantang di jalanan,” tutup Cep Permana Galih dengan nada tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Riau Lepas Keberangkatan Mudik Kebangsaan Rute Pekanbaru–Sumbar dan Sumut

17 Maret 2026 - 15:00 WIB

Apel Pagi Lapas Pekanbaru, Kasubag TU Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas Petugas

16 Maret 2026 - 07:22 WIB

Diserbu 276 Peserta, Go Sprint Go Green Seri VII Ditlantas Polda Riau Gaungkan Generasi Sehat dan Peduli Lingkungan

15 Maret 2026 - 12:48 WIB

Sempat Dikaitkan Kasus Narkoba, Lapas Pekanbaru Tegaskan AW Bukan Warga Binaan

13 Maret 2026 - 17:13 WIB

Kapolda Riau Terima Maklumat Hari Ekosistem dari Persatuan Hijau Riau

13 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Pekanbaru